Sabtu, 10 Oktober 2009

JARINGAN WIFI

Konfigurasi DHCP di Slackware

Posted on December 07th, 2007 in Internet, Komputer

UPDATED.! :lol:Menyambung tulisan saya yang terdahulu, Kali ini kita mencoba untuk melakukan konfigurasi DHCP server di distro yang lagi-lagi kebetulan, saya memakainya, yaitu SLackware. Ada 2 cara melakukan instalasi dhcp server ini, yang pertama menggunakan paket bawaan slackware, dan yang kedua menggunakan source code, dan di konfigurasi sendiri.

Install Paket Slackware

Paket dhcp server dapat dilihat pada cd slackware anda atau dapat dilihat di web slackware package
dan mirrornya. selanjutnya adalah mendownload paket dhcp tersebut ke mesin slackware anda :

root@gentan:~/instalasi# wget http://…./linux/slackware/slackware-11.0/slackware/n/dhcp-3.0.4-i486-2.tgz

selanjutnya adalah melakukan instalasi paket dhcp tersebut :

root@gentan:~/instalasi# installpkg dhcp-3.0.4-i486-2.tgz

nah selesai sudah, karena ini menggunakan paket bawaan slackware, otomatis struktur filenya mengikuti sistem pemaketan file slackware. sehingga pekerjaan selanjutnya adalah mengkonfigurasi file bernama dhcpd.conf yang secara default terletak di bawah direktori /etc.

Wah jadi lupa kalo tulisan belum selesai :D. Baiklah kita lanjutkan ke langkah berikutnya.

Lalu, bagaimana melihat file list paket yang telah kita install? anda bisa menggunakan command pkgtool untuk melihat list file yang diinstall dengan paket slackware tersebut. Konfigurasinya nanti dulu, sekarang kita bahas mengenai instalasi dhcp menggunakan source code yang bisa kita download langsung dari situs resminya yakni http://www.isc.org/index.pl?/sw/dhcp/. Disitu tersedia lengkap berbagai versi. Langsung kita ambil file-nya dari sana.

root@gentan:~# wget http://ftp.isc.org/isc/dhcp/dhcp-3.0.6.tar.gz

unpack :

root@gentan:~# tar -zxvf dhcp-3.0.6.tar.gz

Langkah : configure, make dan make install

setelah unpacking selesai, mari kita masuk ke dalam direktori yang berisi full source code, hasil unpacking tadi.

root@gentan:~# cd dhcp-3.0.6
root@gentan:~/dhcp-3.0.6#

Langkah berikutnya melakukan konfigurasi dan kompilasi source code, hal yang menjadi pegangan cukup mudah bacalah file README yang ada dalam distribusinya. Dalam setiap aplikasi yang semakin beragam, pasti menyediakan manual di dalamnya bagaimana cara mengkonfigurasinya, jadi yang paling penting adalah anda mengerti prinsip DHCP itu seperti apa, instalasinya bisa dikatakan anda ndak akan pernah menemui kebuntuan. oke selanjutnya kita konfigurasi source code tersebut dan selanjutnya kita kompilasi. sebelumnya harus anda lihat dulu makefile.conf didalam distribusi yang anda unpack tadi. karena disitu terdapat direktori sistem dhcp akan ditempatkan.

root@gentan:~/dhcp-3.0.6#./configure <= tunggu prosesnya
root@gentan:~/dhcp-3.0.6#make

Kita asumsikan kedua proses tersebut tanpa error, bagaimana jika ada pesan error? nah silakan ditemukan sendiri ya? heheh. Cukup banyak cara kok menemukan jawabannya, misalnya tulis pesan errornya kemudian pasang di mesing pencari google, dijamin banyak variasi jawaban yang akan tersedia. Langkah terakhir proses disini adalah instalasi file yang sudah terkompilasi tersebut, ke sistem slackware :

root@gentan:~/dhcp-3.0.6#make install

nah.. anda sudah punya sistem dhcp server di mesin slackware anda. Setelah sistem dhcp terpasang langkah selanjutnya dah cukup menentukan keberhasilan adalah mengkonfigurasi sistem dhcp anda.

File konfigurasi dhcpd default terletak pada di bawah /etc, dengan nama file konfigurasi dhcpd.conf. Jadi jika sudah ada ada tinggal melakukan edit file tersebut, atau membuat file dhcpd.conf jika belum ada. Ndak usah bingung, jika kemudian terjadi kesalahan, anda bisa melakukannya lagi kan? :). anda bisa melihat sampel dhcpd.conf di /usr/share/doc/dhcp-3.0.4/examples dan kemudian meng-kopi ke /etc

#cp /usr/share/doc/dhcp-3.x.x/examples/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf

Pada prinsipnya file dhcpd.conf berisi informasi berikut :

1. Lease time, adalah waktu yang dialokasikan ketika sebuah ip dipinjamkan kepada komputer client, setelah waktu pinjam ini selesai, maka ip tersebut dapat dipinjam lagi oleh komputer yang sama, atau komputer tersebut mendapatkan nomer ip lain jika komputer yang sebelumnya dipinjam dipergunakan oleh komputer lain.

default-lease-time 600; #jangan lupa tanda titik koma di setiap akhir baris konfigurasi
max-lease-time 7200;

default-lease-time, maksudnya adalah lama waktu server meminjamkan alamat ip kepada client, dalam satuan detik, 600 detik. sedangankan max-lease-time adalah waktu maksimum yang di alokasikan untuk peminjaman ip oleh dhcp server ke client dalam satuan detik, 7200 detik.

2. Pool subnet ip yang dipinjamkan, berisi keterangan ip broadcast, dan subnet-masknya.

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;

3. No ip router lokal anda, sebagai informasi routing client ke router.

option router 192.168.1.1;

4. Informasi DNS, diperlukan oleh client untuk meresolve informasi domain name, jika akan melakukan sambungan ke internet.

option domain-name-servers 202.134.2.8, 202.134.0.155;

5. Domain Name dari server dhcp anda, jika ada. atau bisa diisi sebagai penamaan host lokal anda, tanpa harus menggunakan domain yang terdaftar.

option domain-name gw.nusamedia.net;

6. Range ip dalam subnet yang di informasikan pada nomer dua, untuk mengalokasikan ip yang akan di pinjamkan/ diberikan kepada client.

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.2 192.168.1.30; }

berarti nomer ip dari 192.168.1.2 sampai dengan 192.168.1.30 akan dipinjamkan ke client yang dilayani oleh server dhcp tersebut.

Jika anda perhatikan dari konfigurasi di atas ada konfigurasi yang di dahului dengan kata option, ada yang tidak. Konfigurasi yang didahului oleh kata option di sebut parameter, menunjukkan konfigurasi pilihan yang disesuaikan dengan kondisi jaringan lokal anda, sedangkan konfigurasi yang tanpa di dahului oleh kata option, disebut deklarasi, menunjukkan konfigurasi kontrol dari kerja dhcp server tersebut.

ddns-update-style

Pilihan ddns-update-style diletakkan pada konfigurasi awal dhcpd.conf anda, parameter ini diperlukan jika server anda menggunakan dynamic dns lokal, yang akan memetakan client lokal anda dengan sebuah nama, untuk setiap ip yang di pinjamkan ke client, sehingga dhcp server akan melakukan update dns jika server menggunakan dns untuk meresolve nama server dan client. ISC (Internet Software Consortium) yang membuat aplikasi isc-dhcp ini mengisyaratkan untuk secara default menggunakan parameter ddns-update-style ini. Ada 3 pilihan ddns-update-style ini yakni interim, adhoc, dan none. Karena saya tidak menggunakan dynamic dns maka saya menggunakan pilihan ddns-update-style none.

ddns-update-style none;

Authoritative

Parameter ini dipergunakan untuk mengembalikan ke status awal, jika ada client yang baru bergabung dengan LAN dhcp, yang berasal dari subnet lain, server dhcp akan memberikan DHCPNACK ke client yang baru terhubung dengan jaringan, untuk kembali ke status awal, dan menghapus status jaringan yang lama. Jika anda ingin dhcp server anda lebih reliable dalam menangani lease ip client anda, maka jangan lupakan parameter berikut ini.

authoritative;

No Ip permanen

Kita juga bisa mengalokasikan ip yang bersifat tetap, kepada client berdasarkan nomer MAC address dari ethernet/Lan Card yang di pergunakan oleh komputer client.

host frontoffice {
hardware ethernet 08:30:84:9E:2F:45;
fixed-address 192.168.1.2;
}

Bagaimana cara melihat MAC address ethernet/ Lan Card di komputer? anda pasti bisa menemukannya kan? hehe

Ikhtisar dhcpd.conf

Dari keterangan di atas dapat kita kumpulkan konfigurasi minimal dari dhcpd.conf anda, anda bisa mempergunakan editor yang anda sukai, melakukan editing dan menyimpannya.

#sampel dhcpd.conf
#silakan di ubah sesuai dengan konfigurasi jaringan anda
authoritative;
ddns-update-style none;

default-lease-time 600; #jangan lupa tanda titik koma
max-lease-time 7200; #di setiap akhir baris konfigurasi
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
option router 192.168.1.1;
option domain-name-servers 202.134.2.8, 202.134.0.155;
option domain-name gw.nusamedia.net;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.2 192.168.1.30; }

host frontoffice {
hardware ethernet 08:30:84:9E:2F:45;
fixed-address 192.168.1.2;
}
#akhir konfigurasi

Singkat cerita kita telah selesai melakukan konfigurasi dhcp server, langkah selanjutnya adalah melakukan start dhcp server yang telah kita konfigurasi.

Start DHCP server

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, sebelum melakukan start DHCP server untuk pertama kalinya.

1. file dhcpd.leases, yang berisi log leasing nomer ip ke client, secara default slackware file ini terletak di bawah direktori /var/state/dhcp, jika belum ada maka anda perlu membuat file kosong bernama dhcpd.leases.

#touch /var/state/dhcp/dhcpd.leases

2. Eth /ethernet/lan card yang terhubung ke jaringan lokal anda, untuk direktif ketika anda mulai melakukan start dhcp server, bahwa dhcp anda, anda beritahu untuk melakukan service dhcp melalui eth(x) anda. Selanjutnya kita akan melakukan start dhcp server, karena eth2 yang terhubung dengan jaringan lokal saya, maka saya menambahkan eth2 ketika saya start dhcp server saya.

#/usr/sbin/dhcpd eth2

Jika tidak ada pesan error ketika mengeksekusi perintah di atas, selesailah sudah, dhcp server anda sudah bisa melayani leasing ip ke beberapa client. Bagaimana cara memeriksanya? salah satu alternatif adalah melihat file dhcpd.leases anda, yang kira-kira akan berisi seperti ini:

}
lease 192.168.1.27 {
starts 1 2008/02/04
02:46:11;
ends 1 2008/02/04
03:46:11;
binding state active;
next binding state free;
hardware ethernet
00:01:03:04:e7:d1;
uid “\001\000\001\003\004\347\321″;
client-hostname “kliknet-14″; }

Demikianlah sepenggal kisah konfigurasi dhcp server, yang mungkin banyak kekurangan dan salah tulis, kalau ada koreksi mohon disampaikan di comment ya?

Referensi :

  1. man dhcpd
  2. DHCP mini how to

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar